Minggu, 25 Desember 2016

Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM
Sabtu, 31 Maret 2012

MERDEKA!


Salam Perjuangan.

Pada tanggal 30 Maret yang lalu, terjadi begitu banyak aksi-aksi massa yang terjadi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pemicu dari aksi-aksi tersebut adalah karena adanya isu kenaikan harga BBM yang dinilai malah akan menambah kesengsaraan rakyat.  Berbekal kesadaran akan ketidakbijaksanaan pemerintah dalam mengeluarkan isu kebijakan 'Menaikkan Harga BBM' tersebut, mahasiswa-mahasiswa dan massa diseluruh Indonesia turun ke jalan dan melakukan aksi untuk menentang kebijakan tersebut.

GMNI Purwokerto yang ikut tergabung dalam 'Gerakan Nasional Cabut Mandat SBY-Boedi' bersama dengan elemen IMM, PMII ,PMKRI , BEM UMP , BEM STAIN Purwokerto beserta kaum petani turut turun ke jalan dalam menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM tersebut.
Pada aksi tersebut, massa mahasiswa dan petani berangkat dari STAIN Purwokerto menuju ke Alun-alun purwokerto dan melakukan orasi sebentar disana. Setelah orasi di alun-alun purwokerto, massa dari BEM dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggabungkan diri. Dari alun-alun massa bergerak menuju perempatan Sri Ratu. Di perempatan Sri Ratu, massa kemudian berhenti dan memblokir jalan. Pada kesempatan ini, mahasiswa dari berbagai elemen dan para petani tersebut berorasi secara bergantian dan sempat melakukan aksi 'Lempar Jumroh' dengan sasaran foto SBY yang dilempari tomat busuk oleh para aktivis. Saat memasuki Shalat Jumat, massa kemudian bubar dengan santun untuk sementara melakukan shalat Jumat. (berita : Aksi penolakan kenaikan BBM di purwokerto )
Setelah melakukan shalat Jumat, massa kembali bergerak menuju stasiun Purwokerto untuk melakukan orasi dan melanjutkan aksi disana. Sepanjang perjalanan menuju stasiun purwokerto dan saat melakukan aksi pemblokiran rel kereta api, para aktivis menyanyikan lagu iwak peyek yang diplesetkan oleh para aktivis.
"Iwak peyek, iwak peyek, iwak peyek tempe mendo. Pemerintah , pemerintah , pemerintah uteke kendo." yang apabila diterjemahkan bebas ke bahasa Indonesia demikian artinya "Iwak peyek ,iwak peyek ,iwak peyek tempe mendo, pemerintah ,pemerintah ,pemerintah otaknya kendor." 
Aksi pemblokiran rel ini berlanjut hingga petang hari sebelum akhirnya aparat membubarkan para aktivis dengan kekerasan ( baca : Polisi pukuli mahasiswa demostran purwokerto ). Akibat dari bentrokan ini, dua mahasiswa dilarikan kerumah sakit akibat luka bocor di kepala dan rusuk patah. 17 orang mahasiswa aliansi ditangkap dan ditahan di polres banyumas termasuk 5 rekan GMNI diantaranya bung Ari ( Ketua DPC GMNI Purwokerto) , bung Rio (Wakabid Politik), bung Alex , bung Arul ,serta bung Dwi. Penahanan terhadap 17 orang mahasiswa ini berakhir pukul 23.00 WIB dan kemudian mereka dibebaskan.

GMNI Purwokerto dengan ini turut mengecam keras tindakan represif dari aparat yang memiliki semboyan 'Melindungi dan Mengayomi Masyarakat' tersebut. Harga BBM memang tidak jadi dinaikkan per 1 April, namun hanya ditunda dan akan dinaikkan apabila dalam kurun waktu 6 bulan ada kondisi tertentu yang dapat memberikan alasan bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM dengan hadirnya pasal 7 Ayat 6A.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar