Rabu, 23 November 2016

MARHAENISME DAN PERILAKU KORUPSI
Oleh: ASEP SARIPUDIN
DPC GMNI PURWOKERTO

Marhaenisme merupakan sebuah ajaran yang dilahirkan oleh Bung Karno. Marhaenisme sendiri lahir atas dasar pengalaman Bung Karno ketika bertemu dengan seorang petani yang bernama Marhaen di priangan saat melintasi sawah. Marhaen digunakan sebagai simbol untuk menggambarkan kelompok masyarakat/bangsa Indonesia yang menderita/sengsara. Ia sengsara/menderita bukan karena kemalasannya atau kebodohannya, akan tetapi ia sengsara/menderita karena disengsarakan oleh suatu sistem/stelsel kapitalisme-kolonial. Marhaenisme sendiri bertujuan untuk memperjuangkan nasib rakyat yang tertindas dari suatu sistem yang menyengsarakan rakyat. Pada masa kolonial, bangsa Indonesia dimiskinkan oleh sistem yang dibuat oleh penjajah. Namun, dewasa ini bangsa Indonesia dimiskinkan oleh sistem yang dibuat oleh bangsanya sendiri. Korupsi merupakan salah satu permasalahan bangsa yang belum mampu dituntaskan sampai saat ini. Perilaku-perilaku para petinggi negara semakin tidak manusiawai. Wakil-wakil rakyat tidak memperjuangkan kesejahteraan rakyat, melainkan menyengsarakan rakyat. Salah satu praktik korupsi adalah penyuapan. Penyuapan adalah menawarkan  pemberian/hadiah yang menggiurkan. Penyuapan dilakukan untuk memenangkan tujuan tertentu.
Kasus korupsi di Indonesia tidak pernah berhenti dan selalu berkembang semakin banyak. Para pejabat adalah pelaku-pelaku dalam kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data website Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) para pejabat yang melakukan korupsi dari tahun 2004 sampai September 2015 berjumlah 487 kasus. Hal ini menambah citra buruk bagi bangsa Indonesia. Inilah penyebab bangsa Indonesia semakin miskin. Para wakil rakyat melupakan tugasnya untuk mensejahterakan rakyat. Mereka sibuk untuk memperkaya diri sendiri. Di saat ada masyarakat yang susah mencari makan, para wakil rakyat sibuk menuntut kenaikan gaji. Berdasarkan data website Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan di Indonesia pada September 2014 berjumlah 27.727,78 penduduk miskin. Penindasan tetap ada di masa setelah merdeka sekalipun. Benar apa yang dikatakan oleh Bung Karno “Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuangan akan lebih susah karena melawan bangsamu sendiri.” Ini bukan merupakan cita-cita dari bangsa Indonesia. Tidak ada cita-cita yang menyengsarakan rakyatnya sendiri. Marhaenisme harus mampu disebarkan kepada setiap masyarakat maupun pejabat. Kemelaratan yang diderita oleh rakyat tidak akan pernah berakhir jika korupsi selalu ada. Ungkapan “yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin” bukan sebuah ungkapan semata, melainkan telah menjadi sebuah kenyataan di Indonsia. Indonesia di jajah dalam bentuk yang baru, hal ini dikenal dengan istilah neokolonialisme. Perilaku korupsi tidak akan pernah membawa bangsa Indonesia pada kesejahteraan.
Perilaku korupsi bukanlah tujuan dan cita-cita bangsa. Dengan adanya perilaku buruk ini, kaum marhaen akan semakin tertindas. Marhaenisme merupakan ajaran Bung Karno yang menjadi dasar lahirnya pancasila. Dalam ajaran marhaenisme, ada tolak ukur sebagai negara merdeka. Tolak ukur tersebut dinamakan Trisakti. Terdapat 3 hal dalam Trisakti yakni: Rumusan Trisakti adalah:
·         Berdikari dalam bidang ekonomi.
·         Berdaulat dalam bidang politik.
·         Berkepribadian dalam kebudayaan.
Sudahkah Indonesia berdikari dalam bidang ekonomi? Sudahkah Indonesia berdaulat dalam bidang politik? Sudahkah Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan? Saya anggap Indonesia sampai saat ini belum merdeka sepenuhnya. Bagaimana dapat berdikari dalam bidang ekonomi, jika barang-barang impor semakin merajalela dan terjadi permainan suap menyuap agar barang tersebut dapat masuk ke Indonesia. Bagaimana Indonesia dapat berdaulat dalam politik, jika para politisi sibuk menambah kekayaan dan terjadi korupsi dalam setiap undang-undang yang dibuat. Bagaimana Indonesia dapat berkepribadian dalam kebudayaan, jika perilaku korupsi sendiri sudah menjadi budaya yang tidak baik dan mengakar kuat pada diri setiap pejabat negeri sehingga selalu menyengsarakan rakyat.
            Perilaku korupsi akan terus ada dalam sebuah negara. Selain itu, perilaku korupsi juga tidak akan membawa kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur sesuai cita-cita bangsa Indonesia. Perilaku korupsi adalah salah satu penindasan jenis baru dan bukan hanya musuh bagi Indonesia, melainkan musuh bagi semua negara. Korupsi akan terus menyengsarakan rakyat. Indonesia akan merdeka sepenuhnya jika perilaku korupsi dapat di bumi hanguskan dari dunia ini. Perlu adanya hukum yang tegas bagi para pelaku korupsi. Hukuman yang ada saat ini, saya kurang begitu tegas. Karena penjaga lapasnya juga dapat disuap oleh si pelaku korupsi. Harus ditanamkan sebuah ajaran yang kuat. Marhanisme salah satu solusi bagi keadaan masyarakat Indonesia. Jika ajaran-ajaran ini mampu ditanamkan pada jiwa setiap bangsa Indonesia dan dapat diterapkan oleh orang-orang, bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan merdeka sepenuhnya. Karena dalam marhaenisme sudah jelas terdapat nilai-nilai kebaikan. Para marhaenis harus tetap memperjuangkan nasib kaum marhaen. Tidak hanya dengan berdemonstrasi, melainkan juga memberikan solusi-solusi bagi permasalahan-permasalahan bangsa khususnya dalam melawan perilaku korupsi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar