MARHAENISME
DAN PERILAKU KORUPSI
Oleh: ASEP
SARIPUDIN
DPC GMNI
PURWOKERTO
Marhaenisme merupakan
sebuah ajaran yang dilahirkan oleh Bung Karno. Marhaenisme sendiri lahir atas
dasar pengalaman Bung Karno ketika bertemu dengan seorang petani yang bernama Marhaen
di priangan saat melintasi sawah. Marhaen digunakan sebagai simbol untuk
menggambarkan kelompok masyarakat/bangsa Indonesia yang menderita/sengsara. Ia
sengsara/menderita bukan karena kemalasannya atau kebodohannya, akan tetapi ia
sengsara/menderita karena disengsarakan oleh suatu sistem/stelsel
kapitalisme-kolonial. Marhaenisme sendiri bertujuan untuk memperjuangkan nasib
rakyat yang tertindas dari suatu sistem yang menyengsarakan rakyat. Pada masa
kolonial, bangsa Indonesia dimiskinkan oleh sistem yang dibuat oleh penjajah.
Namun, dewasa ini bangsa Indonesia dimiskinkan oleh sistem yang dibuat oleh
bangsanya sendiri. Korupsi merupakan salah satu permasalahan bangsa yang belum
mampu dituntaskan sampai saat ini. Perilaku-perilaku para petinggi negara
semakin tidak manusiawai. Wakil-wakil rakyat tidak memperjuangkan kesejahteraan
rakyat, melainkan menyengsarakan rakyat. Salah satu praktik korupsi adalah
penyuapan. Penyuapan adalah menawarkan
pemberian/hadiah yang menggiurkan. Penyuapan dilakukan untuk memenangkan
tujuan tertentu.
Kasus korupsi di Indonesia tidak pernah berhenti
dan selalu berkembang semakin banyak. Para pejabat adalah pelaku-pelaku dalam
kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data website Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) para pejabat yang melakukan korupsi dari tahun 2004
sampai September 2015 berjumlah 487 kasus. Hal ini menambah citra buruk bagi
bangsa Indonesia. Inilah penyebab bangsa Indonesia semakin miskin. Para wakil
rakyat melupakan tugasnya untuk mensejahterakan rakyat. Mereka sibuk untuk
memperkaya diri sendiri. Di saat ada masyarakat yang susah mencari makan, para
wakil rakyat sibuk menuntut kenaikan gaji. Berdasarkan data website Badan Pusat
Statistik (BPS) kemiskinan di Indonesia pada September 2014 berjumlah 27.727,78 penduduk
miskin. Penindasan tetap ada di masa setelah merdeka sekalipun. Benar apa yang
dikatakan oleh Bung Karno “Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir
penjajah, tapi perjuangan akan lebih susah karena melawan bangsamu sendiri.” Ini
bukan merupakan cita-cita dari bangsa Indonesia. Tidak ada cita-cita yang
menyengsarakan rakyatnya sendiri. Marhaenisme harus mampu disebarkan kepada
setiap masyarakat maupun pejabat. Kemelaratan yang diderita oleh rakyat tidak
akan pernah berakhir jika korupsi selalu ada. Ungkapan “yang kaya makin kaya
dan yang miskin makin miskin” bukan sebuah ungkapan semata, melainkan telah
menjadi sebuah kenyataan di Indonsia. Indonesia di jajah dalam bentuk yang
baru, hal ini dikenal dengan istilah neokolonialisme. Perilaku korupsi tidak
akan pernah membawa bangsa Indonesia pada kesejahteraan.
Perilaku korupsi bukanlah tujuan dan cita-cita
bangsa. Dengan adanya perilaku buruk ini, kaum marhaen akan semakin tertindas.
Marhaenisme merupakan ajaran Bung Karno yang menjadi dasar lahirnya pancasila.
Dalam ajaran marhaenisme, ada tolak ukur sebagai negara merdeka. Tolak ukur
tersebut dinamakan Trisakti. Terdapat 3 hal dalam Trisakti yakni: Rumusan Trisakti adalah:
·
Berdikari dalam bidang ekonomi.
·
Berdaulat dalam bidang politik.
·
Berkepribadian dalam kebudayaan.
Sudahkah Indonesia berdikari dalam bidang
ekonomi? Sudahkah Indonesia berdaulat dalam bidang politik? Sudahkah Indonesia
berkepribadian dalam kebudayaan? Saya anggap Indonesia sampai saat ini belum
merdeka sepenuhnya. Bagaimana dapat berdikari dalam bidang ekonomi, jika
barang-barang impor semakin merajalela dan terjadi permainan suap menyuap agar
barang tersebut dapat masuk ke Indonesia. Bagaimana Indonesia dapat berdaulat
dalam politik, jika para politisi sibuk menambah kekayaan dan terjadi korupsi
dalam setiap undang-undang yang dibuat. Bagaimana Indonesia dapat
berkepribadian dalam kebudayaan, jika perilaku korupsi sendiri sudah menjadi
budaya yang tidak baik dan mengakar kuat pada diri setiap pejabat negeri
sehingga selalu menyengsarakan rakyat.
Perilaku korupsi
akan terus ada dalam sebuah negara. Selain itu, perilaku korupsi juga tidak
akan membawa kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur sesuai cita-cita bangsa
Indonesia. Perilaku korupsi adalah salah satu penindasan jenis baru dan bukan
hanya musuh bagi Indonesia, melainkan musuh bagi semua negara. Korupsi akan
terus menyengsarakan rakyat. Indonesia akan merdeka sepenuhnya jika perilaku
korupsi dapat di bumi hanguskan dari dunia ini. Perlu adanya hukum yang tegas
bagi para pelaku korupsi. Hukuman yang ada saat ini, saya kurang begitu tegas.
Karena penjaga lapasnya juga dapat disuap oleh si pelaku korupsi. Harus
ditanamkan sebuah ajaran yang kuat. Marhanisme salah satu solusi bagi keadaan
masyarakat Indonesia. Jika ajaran-ajaran ini mampu ditanamkan pada jiwa setiap
bangsa Indonesia dan dapat diterapkan oleh orang-orang, bukan tidak mungkin
bangsa Indonesia akan merdeka sepenuhnya. Karena dalam marhaenisme sudah jelas
terdapat nilai-nilai kebaikan. Para marhaenis harus tetap memperjuangkan nasib
kaum marhaen. Tidak hanya dengan berdemonstrasi, melainkan juga memberikan
solusi-solusi bagi permasalahan-permasalahan bangsa khususnya dalam melawan
perilaku korupsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar