Rabu, 23 November 2016

INDONESIA KU BUKAN NEGERINYA PARA PENGUASA BANGSA ASING
Oleh Adi Nugroho
DPC GMNI PURWOKERTO

            Indonesia mempunyai berbagai macam ras, suku dan budaya. Indonesia memiliki ragam bahasa dan kekayaan alam yang berlimpah. Keragaman suku dan budaya menjadikan Indonesia terkenal akan tempat wisata yang menarik perhatian para Wisatawan Luar Negeri, dengan ada nya arus globalisasi bangsa Indonesia seakan menjadi terlelap dengan perubahan zaman. Banyak sekali kekayaan alam Indonesia surge dari tanah bumi pertiwi ini dirampas oleh bangsa asing.
            Kekayaan Indonesia dengan perlahan-lahan dirampas oleh pihak asing, seperti pertambangan PT.Freeport Indonesia (PTFI) di Irian Jaya, perkebunan sawit di pulau Kalimantan. Sebagian besar wilayah Indonesia dikuasai oleh pihak asing, Indonesia hanya mendapatkan sebagian kecil dari semua perusahaan milik pihak asing tersebut.
            Indonesia hanya bisa terdiam melihat kenyataan yang terjadi, PTFI mendapatkan keuntungan yang lebih melimpah dari total keseluruhan penghasilan pertambangan. Indonesia terdiam, Indonesia hanya menyasikan kekayaan alam yang mereka punya dikuras secara perlahan oleh bangsa asing. Alam menjadi murka dengan ketidak pedulian bangsa, banyak bencana dan kekacauan yang telah terjadi diseluruh negeri ini. Banjir, kemarau dan kekeringan yang berkepanjangan yang disebabkan ketidakseimbangan alam dan lingkungan yang rusak akibat dari pengexploitasian sehingga membuat bumi Indonesia yang dulunya merupakan surge menjadi sebuah nereka yang penuh dengan bencana dan kekacauan social. Dalam hal ini kekacauan social seperti meningkatnya kasus korupsi dan tindakan kriminal lainnya.
            Kekayaan bangsa Indonesia sangat beragam, salah satunya adalah bahasa. Indonesia memiliki berbagai macam bahasa daerah yaitu748 bahasa daerah yang merupakan sebagai bahasa ibu. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan menuturnya, ini dapat dilihat dari presentase penggunaan bahasa keseharian dalam berkomunikasi dan bersosialisasi yaitu lebih dari 90% warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa daerah sebagai bahasa keseharian.
           
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia yang saat ini mulai meluntur dan kurang diminati dari banyak kalangan baik pelajar maupun masyarakat umum, disebabkan mulai dari kebiasaan menggunakan bahasa daerah dibandingkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan menjadi faktor besar yaitu sebagian besar dari persyaratan lapangan kerja yang tersedia dan program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan perguruan tinggi yang harus mewajibkan mempunyai penguasaan dalam berbahasa asing seperti Bahasa Inggris.
Hal ini menyebabkan kecerdasan anak bangsa dinilai dari kemampuan bisa atau tidaknya dalam pengusaan bahasa asing tanpa melihat dari skill dan prestasi akademis yang dimiliki. Fakta yang menjadi sebuah bukti nyata bahwa kurangnya minat dan kemampuan berbahasa Indonesia dibandingkan bahasa asing dikalangan pelajar yaitu dapat dilihat dari hasil belajar siswa melalui Nilai Ujian (UN).

Meskipun Bahasa Indonesia bukan bahasa ibu, namun kesadaran akan pentingnya menjaga dan memperdalami pelajaran Indonesia perlu tetap ditingkatkan demi mempertahankan keutuhan dan kelestarian Bahasa Indonesia di negeri sejuta pahlawan ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar