INDONESIA KU BUKAN NEGERINYA PARA
PENGUASA BANGSA ASING
Oleh
Adi Nugroho
DPC
GMNI PURWOKERTO
Indonesia mempunyai berbagai macam
ras, suku dan budaya. Indonesia memiliki ragam bahasa dan kekayaan alam yang
berlimpah. Keragaman suku dan budaya menjadikan Indonesia terkenal akan tempat
wisata yang menarik perhatian para Wisatawan Luar Negeri, dengan ada nya arus
globalisasi bangsa Indonesia seakan menjadi terlelap dengan perubahan zaman.
Banyak sekali kekayaan alam Indonesia surge dari tanah bumi pertiwi ini
dirampas oleh bangsa asing.
Kekayaan Indonesia dengan
perlahan-lahan dirampas oleh pihak asing, seperti pertambangan PT.Freeport
Indonesia (PTFI) di Irian Jaya, perkebunan sawit di pulau Kalimantan. Sebagian
besar wilayah Indonesia dikuasai oleh pihak asing, Indonesia hanya mendapatkan
sebagian kecil dari semua perusahaan milik pihak asing tersebut.
Indonesia hanya bisa terdiam melihat
kenyataan yang terjadi, PTFI mendapatkan keuntungan yang lebih melimpah dari
total keseluruhan penghasilan pertambangan. Indonesia terdiam, Indonesia hanya
menyasikan kekayaan alam yang mereka punya dikuras secara perlahan oleh bangsa
asing. Alam menjadi murka dengan ketidak pedulian bangsa, banyak bencana dan
kekacauan yang telah terjadi diseluruh negeri ini. Banjir, kemarau dan
kekeringan yang berkepanjangan yang disebabkan ketidakseimbangan alam dan
lingkungan yang rusak akibat dari pengexploitasian sehingga membuat bumi
Indonesia yang dulunya merupakan surge menjadi sebuah nereka yang penuh dengan
bencana dan kekacauan social. Dalam hal ini kekacauan social seperti
meningkatnya kasus korupsi dan tindakan kriminal lainnya.
Kekayaan bangsa Indonesia sangat
beragam, salah satunya adalah bahasa. Indonesia memiliki berbagai macam bahasa
daerah yaitu748 bahasa daerah yang merupakan sebagai bahasa ibu. Bahasa
Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan menuturnya, ini dapat dilihat
dari presentase penggunaan bahasa keseharian dalam berkomunikasi dan
bersosialisasi yaitu lebih dari 90% warga Indonesia menggunakan salah satu dari
748 bahasa daerah sebagai bahasa keseharian.
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia yang saat ini mulai
meluntur dan kurang diminati dari banyak kalangan baik pelajar maupun
masyarakat umum, disebabkan mulai dari kebiasaan menggunakan bahasa daerah
dibandingkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan menjadi faktor besar yaitu
sebagian besar dari persyaratan lapangan kerja yang tersedia dan program
beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan perguruan tinggi yang harus
mewajibkan mempunyai penguasaan dalam berbahasa asing seperti Bahasa Inggris.
Hal
ini menyebabkan kecerdasan anak bangsa dinilai dari kemampuan bisa atau
tidaknya dalam pengusaan bahasa asing tanpa melihat dari skill dan prestasi
akademis yang dimiliki. Fakta yang menjadi sebuah bukti nyata bahwa kurangnya
minat dan kemampuan berbahasa Indonesia dibandingkan bahasa asing dikalangan
pelajar yaitu dapat dilihat dari hasil belajar siswa melalui Nilai Ujian (UN).
Meskipun
Bahasa Indonesia bukan bahasa ibu, namun kesadaran akan pentingnya menjaga dan
memperdalami pelajaran Indonesia perlu tetap ditingkatkan demi mempertahankan
keutuhan dan kelestarian Bahasa Indonesia di negeri sejuta pahlawan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar